PENGEMBANGAN JEMBATAN RAMAH LINGKUNGAN

Jembatan merupakan konstruksi yang dibuat dan direncanakan untuk menghubungkan dataran yang terpisah oleh aliran air atau permukaan yang memiliki perbedaan ketinggian ( jurang ), yang berfungsi untuk memudahkan dalam transportasi darat. Dalam sebuah perencanaan pembangunan jembatan perlu adanya pertimbangan baik secara segi sosial, ekonomi, dan lingkungan. Dari banyaknya pertimbangan di atas perlu adanya penentuan umur rencana dari bangunan yang akan dikerjakan.

Dengan penentuan umur rencana dari sebuah bangunan tentunya akan banyak mempengaruhi baik dari biaya dan proses pelaksanaan. Pada pembahasan kali ini saya akan mengambil contoh dari pembangunan Jembatan Banpo.

Jembatan Banpo merupakan jembatan utama di pusat kota Seoul di atas Sungai Han, Korea Selatan, yang menghubungkan distrik Seocho dan Yongsan. Jembatan Banpo berada di atas Jembatan Jamsu, membentuk jembatan "dek ganda". Ketika tingkat air naik terlalu tinggi, Jembatan Jamsu ditutupi air dan ditutup. Dek bawahnya menggabungkan jalur pejalan kaki dan sepeda yang memberikan akses mudah ke Taman Banpo Hangang dari sisi utara sungai. Banpo Bridge adalah jembatan girder dan selesai dibangun pada tahun 1982.

 Dalam pengembangan dan penambahan fungsi dari sebuah bangunan jembatan yang sebelumnya sudah selesai dibangun perlu adanya aspek peninjauan baik dari kelayakan kondisi bangunan jembatan dan sebab dari adanya penambahan fungsi dari sebuah bangunan jembatan.

 Berikut contoh pengembangan dan penambahan bangunan jembatan dengan penambahan air mancur sekaligus mendaur ulang air. Berikut ini Air Mancur Moonlight Rainbow Fountain adalah air mancur terpanjang di dunia yang menghasilkan Rekaman Dunia Guinness dengan hampir 10.000 nosel LED yang berada di sepanjang kedua sisi yang panjangnya 1.140 m, menembaki 190 ton air. per menit.

Dipasang pada bulan September 2009 di Jembatan Banpo, walikota Seoul Oh Se-hoon memuji bahwa jembatan tersebut selanjutnya akan mempercantik kota dan memamerkan keramahan ramah lingkungan di Seoul, karena air dipompa langsung dari sungai itu sendiri dan terus didaur ulang. Jembatan tersebut memiliki 38 pompa air dan 380 nosel di kedua sisinya, yang menarik 190 ton air per menit dari sungai 20 meter di bawah dek, dan menembak sejauh 43 meter secara horisontal. Sekian pembahasan kali ini, jumpa lagi dalam pembahasan berikutnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CARA MENGATUR JADWAL UNTUK TEKNIK SIPIL

PILIH MASUK MANAKAH KALIAN ARSITEKTUR AKREDITASI A ATAU TEKNIK SIPIL AKREDITASI B?